Yogyakarta – Belakangan ini,
kita sering disuguhkan dengan berbagai hoaks yang mencoba mengganggu stabilitas
politik nasional. Salah satu yang terbaru adalah hoaks tentang Presiden
Soeharto (Alm) memberikan komentar terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Tidak
hanya merupakan tindakan tidak bermoral, tetapi juga berpotensi merusak kondisi
politik negara.
Menyebarluaskan hoaks tentang pernyataan yang diduga dari Presiden
Soeharto adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Presiden Soeharto
telah tiada, dan menyebarkan kabar palsu tentang beliau hanyalah mencemarkan
nama baik almarhum serta memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.
Hoaks seperti ini dapat memicu kekacauan dan ketidakstabilan politik di
masyarakat. Dengan menciptakan opini yang salah tentang pemerintahan saat ini
berdasarkan informasi palsu, hal ini dapat menghasilkan ketegangan sosial dan
memperkeruh suasana politik di negara kita.
Seiring dengan merebaknya hoaks ini, kepercayaan publik terhadap
pemerintah bisa tergerus. Masyarakat menjadi ragu dan skeptis terhadap
informasi yang diberikan oleh pemerintah, yang pada gilirannya dapat melemahkan
kinerja pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dalam menghadapi ancaman hoaks, kesadaran bersama dari seluruh lapisan
masyarakat sangatlah penting. Kita perlu bijaksana dalam menyikapi informasi
yang kita terima, serta memastikan bahwa kita tidak turut menyebarkan informasi
yang tidak terverifikasi.
Lebih dari sekadar menyalahkan atau mengecam, saat ini yang kita
butuhkan adalah solidaritas untuk mendukung upaya pemerintah dalam membangun
negeri. Kritik yang membangun serta kontribusi positif dari masyarakat
sangatlah berarti dalam menciptakan stabilitas politik yang kokoh.
Dengan demikian, mari bersama-sama
menolak hoaks dan upaya-upaya yang mengganggu stabilitas politik nasional. Kita
sebagai warga negara yang cerdas dan bertanggung jawab memiliki peran penting
dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan berbagai tantangan yang
dihadapi, mari kita satukan langkah untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
0 Comments
Posting Komentar