Yogyakarta– Menjaga kontinuitas dalam
kebijakan politik luar negeri adalah suatu aspek penting dalam menjaga
stabilitas dan konsistensi peran Indonesia di kancah internasional. Menurut
pandangan Pakar Hubungan Internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
Robi Sugara, kebijakan politik luar negeri yang telah dirintis oleh Presiden
Joko Widodo (Jokowi) dapat dan seharusnya diteruskan oleh pemerintahan yang
baru.
Dalam
konteks ini, keberlanjutan kebijakan politik luar negeri bukanlah sekadar
menjalankan apa yang sudah ada, tetapi juga mengadaptasi dan menyempurnakannya
sesuai dengan dinamika global yang terus berubah. Sebagaimana yang disampaikan
oleh Robi Sugara, prinsip-prinsip dasar dalam kebijakan luar negeri yang telah
ditanamkan oleh pemerintahan sebelumnya, seperti diplomasi aktif, perdamaian,
dan kemandirian, merupakan landasan yang kuat yang dapat dijadikan pedoman bagi
pemerintahan yang baru.
Pentingnya mempertahankan
kontinuitas kebijakan luar negeri ini tidak hanya terletak pada menjaga citra
dan reputasi Indonesia di mata dunia, tetapi juga dalam membangun hubungan yang
kokoh dengan negara-negara lain. Dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip
tersebut, Indonesia dapat terus berperan sebagai pemimpin regional yang stabil,
berintegritas, dan memiliki kepentingan nasional yang jelas.
Selain itu, kesinambungan
kebijakan politik luar negeri juga memberikan kepastian kepada mitra
internasional tentang arah dan tujuan Indonesia di tingkat global. Ini akan
membantu memperkuat posisi negara dalam menghadapi tantangan-tantangan kompleks
seperti perdamaian dan keamanan regional, perdagangan internasional, dan
isu-isu lingkungan.
Dengan demikian, menjaga kontinuitas kebijakan politik luar
negeri yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi merupakan langkah yang
bijaksana dan strategis bagi pemerintahan yang baru. Hal ini akan memastikan
bahwa Indonesia tetap menjadi aktor yang relevan dan berpengaruh dalam dinamika
politik global, sambil tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan
nilai-nilai yang mendasari identitas bangsa.
0 Comments
Posting Komentar