Yogyakarta – Dalam upaya menguatkan ketahanan pangan nasional, Deputi Bidang Perekonomian Setkab menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi daging ruminansia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional pada tahun 2026.

Daging ruminansia, yang meliputi daging sapi, kambing, dan domba, memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan produksi daging ruminansia menjadi prioritas dalam upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melalui berbagai program dan kebijakan yang mendukung peternakan ruminansia, pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi, serta untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Langkah-langkah ini termasuk dalam meningkatkan akses peternak terhadap sumber daya, teknologi, dan pasar yang diperlukan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan mereka.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pangan melalui pengawasan yang ketat terhadap praktik peternakan dan pengolahan daging. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas dan keamanan produk daging yang dikonsumsi.

Langkah-langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak di seluruh Indonesia. Dengan mendorong peningkatan produksi daging ruminansia, diharapkan Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, serta memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.

Pemerintah mengajak semua pihak, termasuk petani, peternak, akademisi, dan pihak swasta, untuk bersatu dalam mendukung upaya peningkatan produksi daging ruminansia. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat mencapai target swasembada pangan nasional dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.