Yogyakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya sekadar proyek ambisius, tetapi juga simbol kemajuan dan inovasi yang patut dibanggakan. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa perpaduan konsep Forest City, Sponge City, dan Smart City di IKN berhasil menciptakan lingkungan dengan kualitas udara yang luar biasa. Dengan Air Quality Index (AQI) mencapai angka 6, IKN jauh lebih unggul dibandingkan Singapura yang berada di angka 50.

Konsep Forest City mengutamakan penanaman pohon dan ruang hijau, sementara Sponge City berfokus pada pengelolaan air hujan untuk mengurangi banjir. Smart City, di sisi lain, menghadirkan teknologi canggih untuk efisiensi dan kenyamanan. Kombinasi ketiga konsep ini menjadikan IKN sebagai kota dengan lingkungan yang bersih dan sehat.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari visi besar Presiden Jokowi yang ingin menciptakan kota masa depan yang tidak hanya modern dan efisien tetapi juga ramah lingkungan. Dengan kualitas udara yang jauh lebih baik dibandingkan kota-kota besar lainnya, IKN menjadi contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.

Presiden Jokowi dan timnya terus bekerja keras untuk memastikan bahwa IKN akan menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk tinggal dan bekerja. Pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik tetapi juga pada penciptaan kualitas hidup yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia.

Melalui proyek ini, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa dengan perencanaan yang matang dan implementasi yang tepat, sebuah kota dapat mencapai standar lingkungan yang sangat tinggi. IKN bukan hanya masa depan Indonesia, tetapi juga contoh global tentang bagaimana kota dapat berkembang secara berkelanjutan dan menyeluruh.

Dengan IKN, Indonesia melangkah maju ke arah yang lebih bersih, hijau, dan inovatif, mempertegas posisi Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang visioner dan peduli akan kesejahteraan rakyat.