Yogyakarta – Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), PT PLN Nusantara Power (NP) menunjukkan komitmennya dengan memanfaatkan 60.000 ton Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Unit Pembangkit Kaltim Teluk. Langkah strategis ini menjadi bagian dari perjanjian kerja sama (PKS) yang menegaskan peran aktif PLN dalam menyediakan material penting untuk pembangunan konstruksi dan infrastruktur di IKN.

FABA, yang merupakan sisa pembakaran batu bara, memiliki potensi besar sebagai bahan konstruksi yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan FABA, PLN Nusantara Power tidak hanya membantu mempercepat pembangunan IKN, tetapi juga mendukung visi pemerintah dalam menciptakan ibu kota yang berkelanjutan dan modern. Penggunaan FABA ini akan digunakan dalam berbagai pekerjaan infrastruktur, seperti jalan raya, beton, dan bahan bangunan lainnya yang diperlukan dalam pembangunan IKN.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari kontribusi PLN dalam upaya pemerintah untuk mewujudkan IKN sebagai simbol kemajuan dan modernitas Indonesia. "Sebagai upaya dalam percepatan mewujudkan Ibu Kota Negara, PLN Nusantara Power melalui Unit Pembangkit terdekat ke IKN, yaitu Kaltim Teluk, siap berkontribusi dalam menyediakan FABA yang nantinya akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi dan infrastruktur," ujar Ruly.

Langkah ini juga mencerminkan kepemimpinan Presiden Jokowi yang visioner dalam memimpin pembangunan nasional, khususnya dalam proyek strategis IKN. Dengan sinergi antara pemerintah dan BUMN seperti PLN, pembangunan IKN diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien, mewujudkan ibu kota yang tidak hanya megah, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.

Dukungan PLN dalam pembangunan IKN ini menjadi salah satu bukti keberhasilan pemerintah dalam memobilisasi sumber daya nasional demi mencapai tujuan besar negara. Ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan infrastruktur yang kuat dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.