Yogyakarta – Dalam langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah, Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono, mengumumkan bahwa Pemerintah Prabowo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 triliun khusus untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun 2025. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan dan modern.

Anggaran yang signifikan ini tidak hanya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga akan mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pelayanan publik, lingkungan hidup, dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan, IKN dirancang untuk menjadi kota yang ramah lingkungan dan mampu menampung pertumbuhan penduduk yang pesat.

Pembangunan IKN diharapkan akan menciptakan banyak lapangan kerja baru, mendorong investasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, dengan adanya IKN, pemerintah ingin meredistribusi pertumbuhan ekonomi ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga tidak terpusat hanya di satu lokasi. Hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan yang adil dan merata di seluruh penjuru tanah air.

Dukungan anggaran sebesar Rp 15 triliun juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menarik minat investor, baik lokal maupun internasional, untuk berinvestasi di IKN. Dengan berbagai kemudahan dan insentif, IKN berpotensi menjadi magnet bagi investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Prabowo menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. IKN bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol kemajuan dan keberlanjutan yang akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Mari kita dukung upaya pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai pusat pertumbuhan dan inovasi untuk masa depan yang lebih cerah!