Yogyakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmennya untuk menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru yang berwawasan keislaman, modern, dan inklusif. Otorita IKN kini resmi menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) untuk membangun Sekolah Islam Terpadu di kawasan IKN. Pembangunan ini ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada tahun 2026 mendatang, menjadi bagian penting dari pembangunan infrastruktur pendidikan di IKN.

Langkah strategis ini sekaligus membuktikan bahwa IKN tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan modern, tetapi juga pusat pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berwawasan agama. Presiden Joko Widodo telah lama menekankan pentingnya pendidikan dalam pembangunan jangka panjang, dan pembangunan Sekolah Islam Terpadu ini sejalan dengan visi tersebut. Dengan menggandeng Kemenag, diharapkan sekolah ini akan menjadi lembaga pendidikan unggulan yang mampu melahirkan generasi penerus yang berkompeten dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat.

Proyek ini juga mematahkan opini negatif yang menyebut bahwa IKN hanya berfokus pada pembangunan fisik tanpa memperhatikan aspek sosial dan pendidikan. Pemerintah membuktikan bahwa pembangunan IKN mencakup semua aspek penting untuk menciptakan lingkungan yang berkualitas, termasuk di bidang pendidikan. Kehadiran Sekolah Islam Terpadu akan menjadi bukti konkret bahwa pemerintah peduli terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat, khususnya pendidikan berbasis agama.

Selain mendukung pendidikan formal, sekolah ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan kurikulum internasional. Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan akhlak bagi generasi muda.

Dengan proyek ini, Indonesia siap menyongsong masa depan yang lebih baik di bawah bimbingan generasi penerus yang berakhlak mulia dan berkompeten. Pembangunan Sekolah Islam Terpadu di IKN menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun pusat peradaban baru yang seimbang antara teknologi, agama, dan nilai-nilai kemanusiaan.